Buku Seri Memoria Passionis No. 38 ‘Tuntut Martabat, Orang Papua Dihukum’ Dilaunching dan Didiskusikan

Pada Kamis, 2 Juli 2020, Sekretariat Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan Papua (SKPKC FP) mengadakan kegiatan launching dan diskusi buku Seri Memoria Passionis No.38 yang berjudul “Tuntut Martabat, Orang Papua Dihukum”. Buku ini ditulis oleh sesepuh dan inisiator SKPKC FP Bapak Theo van den Broek. Dalam pemaparannya, Theo van den Broek menjelaskan bahwa focus dari isi buku ini adalah Pertama, Pergeseran masalah rasisme di Kota Surabaya menjadi masalah Operasi Keamanan di Papua. Kedua, Kehilangan kepastian hukum dan ketiga, Pergeseran dari Pemerintahan Sipil ke Pemerintahan Pihak Keamanan. Ketiga masalah ini bukan hanya terjadi pada enam bulan itu saja tetapi sudah terjadi dan akan terus terjadi di Tanah Papua.

Dalam diskusi tersebut, SKPKC FP mengundang tiga panelis yakni Vikto Mambor, Jurnalis Papua, Gustaf Kawer, Praktisi Hukum dan Pengacara HAM Papua serta Beatus Tambaip, Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura Papua. Kegiatan Launching dan Diskusi Buku ‘Tuntut Martabat, Orang Papua Dihukum” dilaksanakan secara live streaming di Kantor SKPKC Fransiskan Papua, 10.30-13.30 WIT. Moderator yang memandu diskusi ini adalah Ruth Ohoiwutun, Staf Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA).

Untuk lebih lengkapnya anda sekalian bisa mengikutinya diskusinya di Fanspage FB SKPKC Fransiskan Papua. Buku Seri Memoria Passionis No.38 “Tuntut Martabat, Orang Papua Dihukum” bisa didapatkan di Kantor SKPKC Fransiskan Papua, dengan alamat, Kompleks Misi Katolik, Biara St. Antonius Padua Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua atau bisa juga hubungi di email: skpkc2010@gmail.com, Nomor HP: 081260241970, 082199668664, 081343181605.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *